Rumah Idaman Keluarga

Rumah Idaman Memang Membuat Kita Merasa Nyaman Untuk Menikmati Hidup Setiap Harinya Di Dalam Ruangan Keluarga.

Perapian Ruangan Keluarga

Menikmati Kehangatan Ruangan Keluarga Disaat Malam pada suasana yang dingin Sangat Membuat Kita Nyaman. Apalagi Sambil Menikmati Secangkir Teh Atau Kopi Yang Masih Panas

Pencahayaan Ruang Kamar

Cahaya Sinar Matahari Dari Luar Ruangan Kamar Mempunyai Evek Tersendiri. Sinar Matahari Bisa Membunuh Virus Negatif yang terdapat di dalam ruangan kamar.

Ruangan Didalam Kamar

Ruangan Kamar Yang Bersih Membutuhkan Tingkat Sentuhan Tangan Sang Penghuninya Untuk Bisa Tetap Mencerminkan Keimanan Seseorang. Seperti Semboyan, "Kebersihan Sebagian Dari Iman"

Melihat Pantai Didalam Rumah

Keindahan Pantai Yang Bisa Kita Lihat Dari Dalam Ruangan Rumah Membuat Kesenangan Tersendiri, Terlihat Betapa Kekuasaan Sang Pencipta Yang Megah Nan Indah.

Senin, 06 Februari 2012

Cintailah Hidup Ini

Kudaki kaki-kaki gunung yang bertebing Berjalan menelusuri sinar-sinar rembulan Mendengar nyayian belalang jangkrik mengerik Bersama-sama tergeletak di bawah bumi yang kering Hanya bisa berteduh di daun ranting pohon Menjelang gelap bertanahkan lumpur besi Munculah bibit-bibit baru yang bermekaran Tuk mencapai cita-cita hidup dikeesokan harinya Meraih hidup bagai pagi subuh sinari bumi Seperti aliran sungai mencintai bumi yang berbatu Menerjang dan menerima cobaan hidup Berfikirlah tuk menjalani ketulusan hidup ini Kita sama semua sama yang dijanjikan yang terbaik Dari sang maha besar dan menguasai semua alam semesta Jadilah kita yang terindah di dunia selamanya Meraih hingga keujung dunia dan cintailah hidup ini ( Karya: Ryan Fendi Wardana )

Mawar Pengantar Jasad

Setulus bunga mawar menarik hati ini Ku tak bisa mendengar apapun darinya Suara berteriak manangis histeris Walau awan dan petir menyambar Detak jantung ini berdetuk jemari menari Merangkai bunga berduri di dalam vas mimpi Takkan mungkin mencari hati yang gelisah Yang kan menari kian kemari berlantunkan rasa hormat Janganlah bersedih dan berduka melihatnya Berdua bergandengan dengan batu nisan Pulihkan tanah berselimutkan kain putih Merangkai dan dirangkai oleh semua orang Jasad di dalam kegelapan disaksikan malaikat Menanyakan dan ditanayai kehidupan dunia Lewat tingkah laku kebaikan keburukan yang dijalaninya Setiap waktu dan semasa hidupnya ( Karya: Ryan Fendi Wardana )

Kekuasaan Sang ILLAHI

Manusia-manusia langit berdiri di angkasa Terbang melintas menubruk bintang Mengitari planet yang tak berpenghuni Tuk mencari sebuah jawaban mimpi Atas semua pertanyaan alam Yang misterius dan tak bisa terungkap Melampaui batas waktu akal serta pikiran Melawan perkembangan bayangan maya tak berujung Apakah semua ini hanya khayalan biasa Terpana melihat kekuasaan sang illahi Mengubah hal biasa menjadi luar biasa Mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin Terjadi maka terjadilah alam ini Dari yang tidak ada menjadi ada Dan dari yang ada akan kembali Dihadapan sang pencipta di alam akhirat nanti ( Karya: Ryan Fendi Wardana )

Bertaubat Menjalin Tali Silaturahmi

Sungai kelam bertumpah darah Taburkan bercak-bercak merah lelehkan kain Berjanji sanubari hati yang pilu Mengobati rasa sakit di dalam luang hati Terbang tinggi meliuk tangis Bergelora sebagai tanda pelipur lara Sungsungkan baju bekas menyobek hati Tiada batasan merajut mimpi yang sunyi Dosa melumurkan air mata bersujud menangis Mendengar tumpahan kesadaran berselimutkan bumi Suara lirih resah di dalam liang lahar Hanya bisa bertoubat mengungkapkan rasa bersalah Mungkinkah ini kalimah cahaya nur Yang memanggil pintu-pintu surga sebelum tiada Bersahabat menjalin silaturahmi diantara kaum Menghilangkan perasaan iri dan dengki yang menyelimuti hati ( Karya: Ryan Fendi Wardana )

Sabtu, 04 Februari 2012

Tikus Rakus Merusak Jati Diri Bangsa

Tertawa di setiap penderitaan hidup orang lain
Itulah mimpi buruk di setiap kejadian malam
Penuh rasa selaras dengan kejadian perubahaan zaman
Yang tidak mengerti dengan kejadian hidup ini

             Penuh dengan tikus-tikus rakus yang menggerogoti
             Hidup setiap penduduk dan rakyat tak bersalah
             Menjadikan pelopor kerusakan mimpi rakyat kecil
             Bersandar diantara luang-luang perjalanan

Berbaur desah-desah jati diri bangsa
Yang tidak bisa menyikapi kelangsungan kesopanan
Meratapi kejadian para raja-raja besar
Yang menggoda dan melecehkan seseorang

             Merasuk gelisah dengan kesalahan mimpi
             Yang tak pernah ada habisnya merajut
             Kekesalan dan kekayaan bagi semua
             Itu adalah janji-janji yang hanya sekilas dan omong kosong saja


                                                                                     ( Karya: Ryan Fendi Wardana )

Nada Hati Yang Berdoa

Duri mawar tak kan menghalangiku untuk menulis
Suka, duka, cita, rasa dan kesenianlah yang merubah mimpi
Mewujudkan tulisan-tulisan kasih yang melanda hati
Penuh dengan sejuta kesirnaan sanubari

             Kecantikan mu membutuhkan cahaya cintaku
             Bertulis tinta menjalin kertas bersuara nyaman
             Meruang menepi menangkis kegelisahan hidupku
             Kan mencari persahabatan didalam tali silahturahmi

Menghubungkan diri dengan jati diri semua manusia
Awan mimpi yang cerah berwarna
Menerangi setiap langkah-langkah hatiku yang kacau
Bergejolak melawan rasa sepi yang tak pernah aman

             Penuh dengan hati kecilku yang melantunkan tuliskan
             Merasuk berfikiran kesegala harapan hati
             Berdetak-detak menjalin cerita kehidupan yang sepi
             Nada-nada hati berdoa penuh rasa berharap mimpi kan menjadi kenyataan


                                                                                      ( Karya: Ryan Fendi Wardana )

Kekayaan Hati

Petunjukmu adalah sinar cahaya bagiku
Menenangkan hati di kerinduan sanubari
Merebak semerbak harum mewangi
Menjadi lampu kan menerangi jalanku

        Berada pada tempat seharusnya
        Memang begitulah hidup ini
        Kan selalu membutuhkan belas kasihan
        Pertolongan diri yang tiada bertuah

Sang melanda bunga gugurkan langit
Putihkan hati yang membeku karna salju
Penuh rintihan kain sutra yang megah membara
Hidup ini benar adanya menyilaukan mata penggunanya

        Siapa yang tak heran akan harta yang berlimpah
        Benda dan harta menjadi penghalang diri
        Menjadi beban hati yang tak mungkin menyatu
        Tanpa syarat dan tanpa pemikiran kekayaan hati


                                                                              ( Karya: Ryan Fendi Wardana )